Selasa, 19 Juli 2011

Berantem dengan Ibu

Hai para anak, pernahkah anda berantem/ bercekcok/ adu mulut (atau apapun sebutan kalian untuk itu) dengan ibu kalian? Saya pribadi baru saja mengalaminya. Bukan perbuatan yang dibanggakan tentu saja. Awalnya saya merasa tidak perlu minta maaf karena memang itu salah ibu saya. Namun setelah saya berbicara dengan ayah saya, saya menjadi malu sendiri. Dia menertawakan saya dan bertanya, " Sudah berapa lama kau mengenal Ibu? Kaya baru pertama kali saja kamu berantem sama ibumu?"

Yah saya mengenal ibu saya sudah lama. Sudah terbiasa dengan kebiasaan buruknya dan hapal dengan apa yang harus dilakukan jika dia melakukannya. Namun kemarin saya lepas kendali. Itu salah saya. 

Ayah saya berkata seperti apapun Ibu, dia tetap Ibu saya dan seperti apapun saya saya tetap anaknya. Dia manusia biasa punya kelemahan dan itu harus diterima. Tergantung dari cara kita memandang. Seperti ayah saya memandang kelemahan Ibu. Saya terkejut sekali ketika ayah saya bilang bahwa kejelekan sikap Ibu saya adalah anugrah dan dia berterimakasih atasnya. Sikap-sikap itulah yang membentuk ayah saya dan saya sekarang, memproses saya dan ayah saya. Walaupun hasil dari proses itu tetap tergantung dari cara kita memandang juga.

Teman, pernahkah anda berfikir tentang kebaikan ibu anda? Bagaimana dia mengandung, melahirkan dan merawat anda sampai anda ada pada saat ini? Berapa banyak pengoorbanan yang dia berikan dan berapa banyak yang kita berikan? Pikirkanlah hal ini ketika anda sedang marah/ kesal dengan ibu anda. Bagaimana jika kali ini kalian yang berkorban sedikit dan minta maaf padanya? Saya rasa tidak ada salahnya lagipula ini tidak ada kerugiannya. Saya rasa kita bisa melakukannya. Merendahkan diri sedikit dan meminta maaf padanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar