Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Sedih? Datanglah ke Tempat yang Tepat


Renungan harian beberapa hari yang lalu tepat banget sama apa yang aku alami sehari sebelumnya. Jadi aku sedih dengan hasil ujian presentasi. Padahal aku udah menyiapkan itu selama akhir tahun sampai cuma tidur beberapa jam, selain itu aku juga udah merasa mempresentasikan dengan sebaik yang aku bisa.

Waktu itu aku nanya ke Tuhan, kenapa Tuhan mengijinkan ini terjadi. Aku sempet tlp Ibu aku, dan akirnya aku sama Ibu berdoa. Jujur aku juga gak tahu isi doa itu apa, karena jaringannya jelek. Tapi dalam hati, aku terus berkata sama Tuhan, kalau aku pengen bersyukur sama nilai aku, aku pengen bisa mengerti maksud Tuhan. Dan aku pun balik ke kamar aku dengan hati yang lebih ringan.

Saat aku membaca Matius 5: 4: "Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihibur.", aku merasakan bener ya, Tuhan menghibur aku. Tuhan menghibur aku lewat Ibu, dan itu adalah salah satu hal yang manis yang pernah aku rasakan. Aku juga merasakan Tuhan mengajarkan aku beberapa hal.

Intinya saat sedang sedih, datanglah kepada Tuhan. Jangan lah terlalu berputus asa, percayalah dibalik kesedihan tersimpan hal yang manis yang bisa menghibur dan meneguhkan. Tetep semangat!!!

Ps:
renungannya diambil dari http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/01/09/

Jumat, 06 Januari 2012

Happy New Year


Happy new year all. I know it’s already january 6th, but i think it hasn’t too late. Hope we have a better life and wonderfull life a head. Forget about the past, let’s be ready to face everything ahead. And since I’m in the exam now, I hope i can do the best for my exam. Haha.. 

2012, may be not a happiest year, perhaps will be a hardest year. But the most important one is how we trust and only rely on Him. Keep growing in God, and I believe this year will be the wonderful year for us. ^^

Rabu, 04 Januari 2012

Trust Him, He works


I leave God, when I think I’m strong enough. But then I know , I never be strong enough. I always need Him beside me.

I like to plan anything ‘bout my life and of course I always plan something -I think- the best. But then I realize, my plan isn’t good at all. God always plan the best for me. The best from the best. 

Now I try to only trust and rely everything upon Him, because He really works.

Jumat, 28 Oktober 2011

Every Mothers Feeling

I am not a parents now. I'm just an 18 years college girl. I have already spent my life without my parents for 2 months. Maybe I sound too childish but I really miss my old time, when i had my mother beside me every single day. Of course I'm growing and I know I'm not a child anymore. It feels really weird but I suddenly realize there is a person who feels weirder and harder than i do.

She is my mother. Six months a go i was a worrying child. Don't know where to go and don't know to take care of my self. I understand why she did not want me to study too far.

I told her that I had some difficulties for adapting here. And I think she is more afraid and more worried than I do. She send me a message every day for asking about my condition.

Today she send me a message and I do love it's content. In my opinion it is good to share, cause I think every mother want to say this words for her children when they are going to live alone far from her. Just check this out.

" woke up, see that everything already changing in my life, one thing still make me realize you and your brother are not kids anymore. Grows and should let you point your future and your personality. It just happens. Just six months a go, you made me 'n your father worry that you could not manage yourself forward. We are wrong, saw you walk there yourself and you are survive.... Of course sometimes you are worry and unsure for everything in front of you but still we see your hope, your light inside you still light up. We are happy.... So.....,. Go and be yourself, kick and run as fast as you can. You are our daughter, very special in our heart and unique. Love you....., your Ibu."

It is a nice message and I know how hard for every parent to let their children go. It is a hard phase to pass through, and i think as their children we should help them. Whatever you look like or whatever you have done in the past, they are still have such difficulty. Just do as best as you can, show them hope and you all can help them to pass through this phase.

Minggu, 16 Oktober 2011

Taun pertama!!!

Dua minggu lagi uts dan aku belum siap. Dulu waktu SMA si, mau ulangan besoknya juga hari ini masih santai. Tapi sekarang?? Ulangan masih 3 atau 2 minggu lagi aja udah kelabakan minta ampun. Apalagi ini kan UTS pertama aku. Belum tau dan kondisinya.

Sebenernya mw panic atau engak itu tergantung orangnya. Semua itu pilihan.
Trus kenapa aku milih buat panic? Karena kalau gak panic biasanya aku malah gak melakukan apa-apa. Sedih ya, jadi orang males.

Ini malah jadi curhat, intinya aku mau nulis post ini karena ingin berbagi pengalaman sama anak SMA yang mau kuliah. Saranku buat menghadapi taun pertama ni, jangan sampai terlena dengan euphoria mahasiswa. Sadar perjalanan masih panjang. Inget tanggung jawab utama, masi belajar loh. Lo boleh main, boleh yang lain-lain kok,asal tau kemanpuan diri dan inget tanggung jawab. Semangat deh belajarnya!! Hidup mahasiswa!!!

Ditunggu ya di kampus. ;;)

Nb:
Nanti kalau aku naik tingkat, aku nulis saran lagi deh. See ya,,

Rabu, 05 Oktober 2011

Iseng

Cuma pengen ngetes gimana rasanya bisa post pertama pake aplikasi ini. Ini aplikasi blogger dari apple buat iphone sebenernya, tapi ternyata bisa dipake buat ipad,hahaha,,,*katrok nih* Ternyata lumayan juga deh rasanya. Seterusnya mungkin bakal ngepost lewat sini terus.*pameeer*

Apple keren banget!

Ya udahlah sekian aja dulu. Gak jelas bgt ya? Hahahaha,,,

Selasa, 06 September 2011

Ibuku, Inspirasiku

Ibuku adalah orang yang paling mengenalku. Selain karna dia sudah merawatku hampir seumur hidupku,  sbagian besar waktuku dihabiskan bersamanya (berhubung Bapak kerja di luar kota hampir seumur hidupku dan jarang pulang). Memang Ibu sibuk, kadang harus pulang malam atau keluar kota. Namun intensitas dan kualitas pertemuan kitalah yang menjadikan kita dekat.

Biasanya waktu liburan Ibu sengaja mengajak aku sama adikku untuk berkunjung ke orang-orang yang dibantu Yayasan Ibu. Memang si agak capek, karna selain daerahnya terpencil, terkadang daerah itu tidak bisa dijangkau dengan mobil dan jarak rumahnya jauh-jauh.  Apalagi yang di pegunungan, jalannya naik turun. Trus ntar kalu udah nyampe rumahnya, kadang gak ada tempat duduk, jadi susah buat istirahat.

Walaupun keadaannya seperti itu aku senang bisa berkunjung. Menyadarkanku bahwa aku orang yang beruntung. Orang-orang yang dikunjungi ada yang rumahnya cuma terbuat dari asbes atau daun kelapa kering dan triplek atau kayu. Ada juga yang ruangan rumahnya itu terdiri dari dua ruangan kecil dan (jujur) lebih mirip kandang ayam nenekku yang di kampung. Sedih banget ngeliatnya. Hidup mereka susah. Butuh kerja keras buat makan sekali, apalagi memenuhi kebutuhan yang lain seperti sekolah.

Sekolah di tempat yang biasa Ibu kunjungi gak kayak sekolahku atau sekolah-sekolah yang di kota. Paling terdiri dari satu ruangan. (Ruangan yang lainnya udah mau roboh si.) Trus gimana belajarnya? Nah kata ibu si ya, kelas 1,2,3 itu digabung. Jadi disekat-sekat gitu ruangannya. Sedangkan kelas 4,5,6 nya masuk siang. (Ini SDnya aja ya, maklum SMPnya gak ada. Kalau mau lanjut ke SMP harus ke kota.) Dengan bantuan yayasan, sekolah ini akirnya bisa dibangun dan anak-anaknya juga bisa dapet buku, sepatu, tas serta keperluan sekolah lainnya, dan juga beasiswa untuk siswa yang berprestasi.

Bangga banget punya Ibu yang bisa kerja kayak gini, yang peduli sama rakyat kecil. Memang si kerjaan Ibu banyak banget. Selain ngurus orang-orang itu, Ibu juga harus mimpin yayasan dan memikirkan darimana yayasan ini dapet uang buat gaji karyawan dan buat bantu orang-orang ini. Terkadang orang-orang yang dibantu juga merasa kurang puas dan mereka protes (pernah sampe demo dan masuk koran). Capek deh kerjaanya Ibu, tapi ya gaji juga gak seberapa. Walaupun begitu Ibu tetep bahagia.
Apa si yang buat Ibu bahagia sama kerjaan yang seperti itu? Udah pernah nanya si sama Ibu, jawabannya panjang banget. Intinya Ibu seneng bisa bantu dan bisa membuat orang-orang ini tersenyum. Liat mereka seneng itu loh yang buat Ibu seneng. 

Sekedar bagi pengalaman ya; Kadang-kadang orang yang dibantu Ibu bawaain hasil kebun atau hasil tangkapan mereka ke rumah atau ke kantor Ibu. Masalahnya kadang-kadang jumlahnya itu agak terlalu berlebihan. Pernah Ibu dikasi cumi-cumi, udang, dan ikan laut-yang ga tahu jenisnya apa aja- banyaknya itu satu pikep. (Kayak jualan jadinya. Belum lagi baunya. Hadeeh. Amis banget.) Tapi sama Ibu dibagi-bagiin sama orang-orang (ga tahu siapa aja). Trus pernah dikasi kentang, wortel, tomat dan masih banyak yang lain yang banyaknya minta ampun. Pengen ketawa si kadang-kadang. Tapi ya disyukuri aja. Haha,,

Lewat itu semua Ibu mengajarkan banyak hal sama aku. Ibu menunjukkan dunia yang sebenarnya padaku. Banyak orang yang butuh pertolongan kita dan masih banyak yang bisa dilakukan buat bantu mereka. Berusaha sekuat tenaga, meski harus dimarahin orang atau diejekin. Jangan lupa juga untuk memberikan itu dengan tulus.

Aku ingin bisa menjadi seperti Ibu, bisa membantu orang lain, bisa berbuat sesuatu buat negara ini. Ga usah lah banyak komplain, harus mulai melakukan itu untuk menciptakan visi kita dan terus lakukan itu. ( Jadi inget tema HUT sekolahku yang ke 26. Judulnya itu “Stop Complaining, Start Doing, Keep Moving” . Semoga bukan hanya sekedar tema ya, tapi bisa dipraktekkan.) 

Karna berhubung aku masih muda dan kewajiban utamanya sekarang masih belajar. Jadi ya aku harus belajar sehingga  ntar bisa lulus cepet. Bisa melakukan sesuatu buat membantu mereka. Ga harus buat yayasan kayak Ibu si. Kan masih bisa bergabung dengan yang sudah ada atau lakukan aja dengan cara masing-masing. Aku punya visi dan caraku sendiri. Namun yang memulai itu adalah Ibu. Ibu yang menanamkan kepekaan terhadap lingkungan sekitarku. Ibuku benar-benar telah menginspirasiku.

Selasa, 19 Juli 2011

Berantem dengan Ibu

Hai para anak, pernahkah anda berantem/ bercekcok/ adu mulut (atau apapun sebutan kalian untuk itu) dengan ibu kalian? Saya pribadi baru saja mengalaminya. Bukan perbuatan yang dibanggakan tentu saja. Awalnya saya merasa tidak perlu minta maaf karena memang itu salah ibu saya. Namun setelah saya berbicara dengan ayah saya, saya menjadi malu sendiri. Dia menertawakan saya dan bertanya, " Sudah berapa lama kau mengenal Ibu? Kaya baru pertama kali saja kamu berantem sama ibumu?"

Yah saya mengenal ibu saya sudah lama. Sudah terbiasa dengan kebiasaan buruknya dan hapal dengan apa yang harus dilakukan jika dia melakukannya. Namun kemarin saya lepas kendali. Itu salah saya. 

Ayah saya berkata seperti apapun Ibu, dia tetap Ibu saya dan seperti apapun saya saya tetap anaknya. Dia manusia biasa punya kelemahan dan itu harus diterima. Tergantung dari cara kita memandang. Seperti ayah saya memandang kelemahan Ibu. Saya terkejut sekali ketika ayah saya bilang bahwa kejelekan sikap Ibu saya adalah anugrah dan dia berterimakasih atasnya. Sikap-sikap itulah yang membentuk ayah saya dan saya sekarang, memproses saya dan ayah saya. Walaupun hasil dari proses itu tetap tergantung dari cara kita memandang juga.

Teman, pernahkah anda berfikir tentang kebaikan ibu anda? Bagaimana dia mengandung, melahirkan dan merawat anda sampai anda ada pada saat ini? Berapa banyak pengoorbanan yang dia berikan dan berapa banyak yang kita berikan? Pikirkanlah hal ini ketika anda sedang marah/ kesal dengan ibu anda. Bagaimana jika kali ini kalian yang berkorban sedikit dan minta maaf padanya? Saya rasa tidak ada salahnya lagipula ini tidak ada kerugiannya. Saya rasa kita bisa melakukannya. Merendahkan diri sedikit dan meminta maaf padanya.